:strip_icc()/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Dokter Myta Aprilia Azmy meninggal dunia pada 1 Mei 2026. Sebelumnya dokter Myta mengalami kondisi kritis dengan dirawat di ICU RS Muhammad Hoesin atau RSMH Palembang setelah menjalani penugasan internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.
Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengatakan berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis ada pelanggaran regulasi jam kerja selama dokter Myta menjalani internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Menurut IKA FK Unsri, almarhumah semasa jalani internship mendapatkan beban kerja yang tidak manusiawi yakni tiga bulan tanpa libur di bangsal/IGD. Selain itu, ia juga selama bekerja tidak mendapat supervisi dokter definitif.
“Yang secara jelas melanggar aturan Kemenkes mengenai status dokter internsip sebagai dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit,” kata IKA FK Unsri dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan RI yang dilihat Health Liputan6.com pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Masih dalam surat yang sama ditandatangani Ketua Umum IKA FK Unsri, dr H. Achmad Junaidi SpS(K), MARS pada 30 April 2026, dokter Myta telah melaporkan dirinya sakit pada Maret 2026. Namun, tetap diminta bertugas jaga malam padahal sesak napas dan demam.
“Tetap dipaksa menjalankan jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi,” tulis Achmad.
Ada juga fakta yang ditemukan bahwa saturasi oksigen dokter Myta sempat menyentuh angka 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan penanganan layak.
IKA FK Unsri juga menemukan ada dugaan malapraktik administratif dimana terjadi kekosongan stok obat di RS. Sehingga pasien yang merupakan nakes di wahana tersebut diminta mencari obat sendiri di luar.
Lalu, ada juga dugaan intimidasi dan upaya penutupan informasi. “Adanya arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dokter Myta agar tidak terjadi perpanjangan masa internship,” kata Achmad.
Lalu, para dokter internship di RS tersebut mendapatkan narasi gaslighting yang menyerang mentalitas seperti sebutan ‘generasi Z lembek’ saat menyuarakan hak dasar kesehatan.


