Skandal pemalsuan riset yang melibatkan dua peneliti Indonesia dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah mencoreng nama baik institusi tersebut. Rifaldy Putra dan Prihartini, kedua peneliti tersebut, dikabarkan melakukan pemalsuan riset yang kemudian disampaikan dalam forum internasional di Kopenhagen, Denmark pada 17 hingga 21 Mei 2026.
Reaksi dari UNY
Menyikapi hal ini, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto, telah memberikan tanggapannya. Ia menyatakan bahwa pihak UNY sedang melakukan penelusuran terkait kedua peneliti yang menjadi perbincangan di media sosial.
Nur Hidayanto menjelaskan bahwa Rifaldy Putra dan Prihartini memang tercatat sebagai alumni UNY. Rifaldy adalah alumni Program Studi Matematika angkatan 2014, sementara Prihartini adalah alumni Prodi Matematika angkatan 2015.
Prihartini dan Keterkaitannya dengan ITB
Sementara itu, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah, menyatakan bahwa Prihartini adalah alumni Program Magister FMIPA ITB angkatan 2020, lulus pada tahun 2022. Saat menempuh pendidikan magister di ITB, Prihartini menyelesaikan tesis dengan judul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring”.
ITB menyampaikan keprihatinan atas dugaan pemalsuan riset yang dilakukan Prihartini dalam forum internasional. Meskipun demikian, kampus tersebut menegaskan bahwa materi yang dipresentasikan tidak terkait dengan tesis atau aktivitas akademik di lingkungan ITB.
ITB juga menegaskan bahwa apabila terbukti benar adanya pemalsuan riset, maka hal tersebut akan memiliki konsekuensi hukum. Kampus tersebut akan menghormati proses hukum yang mungkin terjadi terkait kasus ini.
ITB menekankan komitmennya untuk tetap menjaga budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas, terutama dalam kegiatan penelitian ilmiah.


