Pasukan Bhayangkara: Jejak Sejarah dari Masa Kerajaan Majapahit
Pada setiap tanggal 1 Juli, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperingati Hari Bhayangkara. Nama ini bukan sekadar identitas institusi, namun juga mengandung sejarah panjang sejak era Kerajaan Majapahit. Dengan etimologi yang dalam, istilah Bhayangkara mengandung makna sebagai ‘penjaga’, ‘pengawal’, ‘pengaman’, atau ‘pelindung keselamatan negara dan bangsa’. Nama ini juga terkait dengan Mahapatih Gajah Mada, tokoh sentral dalam sejarah Nusantara.
Jejak Sejarah Bhayangkara
Istilah Bhayangkara sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Singasari di bawah pemerintahan Raja Kertanegara antara tahun 1254 hingga 1292 Masehi. Sejarah ini tercatat dalam Kitab Negarakertagama. Pasukan Bhayangkara bukanlah ciptaan Majapahit semata, melainkan warisan dari tatanan negara sebelumnya.
Secara etimologis, makna Bhayangkara juga dapat diuraikan dari bahasa Jawa Kuno: ‘bhaya’ berarti ‘bahaya’ atau ‘menakutkan’, dan ‘ahangkara’ berarti ‘aku’ atau ‘kami’. Gabungan kata ini membentuk arti ‘kami yang menakutkan’ atau ‘kami pembawa bahaya bagi musuh’. Hal ini mencerminkan wibawa dan tugas pasukan Bhayangkara sebagai pelindung raja.
Simbol Semangat dan Fungsi Pasukan Elite
Penamaan Bhayangkara bukanlah sekadar simbol kosong, melainkan mencerminkan semangat serta fungsi pasukan elite. Dalam sejarah Majapahit, pasukan ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Dibawah Mahapatih Gajah Mada, Bhayangkara menjadi tulang punggung kekuatan militer yang menjaga kejayaan kerajaan.


