Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, menegaskan bahwa penerapan aturan Minimum Entry Point (MAP) dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi bertujuan untuk meningkatkan tingkat kompetisi di ajang tersebut. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan setiap daerah akan mengirimkan lifter terbaik mereka yang telah memenuhi standar kualifikasi sesuai dengan perubahan kelas yang ditetapkan oleh Federasi Angkat Besi Dunia (IWF).
Regulasi MAP dalam Kejuaraan Nasional
Djoko menjelaskan bahwa kehadiran MAP dalam Kejurnas Angkat Besi juga bertujuan untuk menciptakan panggung bagi para lifter muda berbakat untuk berkembang dan potensial untuk bisa masuk ke program Pelatnas. Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi sarana untuk memantau sejauh mana kemajuan dalam pembinaan lifter remaja dan junior di berbagai daerah saat ini. Hal ini penting agar setiap daerah tidak hanya mengirimkan lifter secara sembarangan tanpa memperhatikan kualitasnya, hanya demi tampil di Kejurnas.
Menurut Djoko, melalui penerapan MAP tersebut, diharapkan kualitas pembinaan atlet usia muda akan semakin meningkat sehingga proses regenerasi lifter nasional dapat berjalan dengan lebih terarah dan berkualitas.


