HomeBeritaTemuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel: Membongkar Tabir Gelap

Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel: Membongkar Tabir Gelap

Temuan 995 Senjata di Sekolah di Jakarta Selatan: Angka-angka yang Mencurigakan

Polemik seputar penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, menjadi sorotan utama belakangan ini. Menyita perhatian publik, kasus ini ternyata tidak lepas dari konflik internal yang tengah terjadi di yayasan yang mengelola sekolah tersebut.

Sengketa Kepemilikan Yayasan yang Berujung pada Penemuan Senjata

Menurut Alhadid, penemuan senjata tersebut muncul di tengah sengketa kepengurusan yayasan antara tiga orang pembina. Persoalan internal ini diyakini telah berlangsung sejak beberapa waktu sebelumnya, dan menunjukkan bahwa penemuan senjata sebenarnya turut terkait dengan pertikaian antar-pembina.

Alhadid juga menyoroti waktu pelaporan penemuan senjata kepada pihak kepolisian. Menurutnya, seharusnya laporan tersebut dilakukan sejak pergantian kepengurusan sekolah pada bulan April 2026. Keterlambatan pelaporan ini menimbulkan pertanyaan mengenai motif di balik pengungkapan informasi tersebut.

“Ini tiba-tiba baru Agustus mereka panggil polisi. Agak aneh juga. Kenapa kalau memang mereka mau digerebek, ya digerebek dari April saja pas mau kita diusir,” ujar Alhadid.

Proses Hukum dan Penyelesaian Konflik Internal

Alhadid menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berjalan terkait temuan senjata di sekolah tersebut. Sementara itu, dalam konteks sengketa kepengurusan yayasan, Alhadid menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil putusan perdata dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Rencananya sekarang kita lagi menunggu putusan perdata untuk masalah kepembinaan. Kalau masalah yang senjata ya kita klarifikasi di kepolisian, izin-izinnya dan lain sebagainya,” jelas Alhadid.

Dengan begitu, penemuan senjata di sekolah swasta di Jakarta Selatan ini terus menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab. Sementara itu, sengketa internal antara pembina yayasan juga menjadi fokus dalam upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.

Source link

Harus Dibaca