HomeOlahragaLeica Lubis Raih Perunggu Asian Games 2026, Syukur dan Sesal

Leica Lubis Raih Perunggu Asian Games 2026, Syukur dan Sesal

Medali perunggu menjadi hasil akhir Leica Al-Humaira Lubis pada debutnya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan karateka Indonesia itu karena peluang untuk menembus final dinilainya terbuka lebar.

Langkah Leica terhenti di semifinal setelah kalah dari wakil Kirgizstan, Begimai Orozalieva, dengan skor 1-6. Pertandingan tersebut berlangsung di Toyohashi Gymnasium, Senin (21/9/2026).

Leica mengakui tetap bersyukur atas medali yang diraihnya. Perunggu itu sesuai dengan target yang sebelumnya dipublikasikan. Akan tetapi, target pribadinya lebih tinggi, yakni tampil pada partai puncak.

“Kalau bicara bersyukur, pasti bersyukur banget sama medali yang diperoleh. Soalnya sebenarnya untuk target yang dipublikasikan, itu memang medali target. Tapi kalau target diri sendiri, sebenarnya pengennya sampai ke final,” ujar Leica.

Ia menyebut kegagalan di semifinal sebagai momen yang membuat peluang tersebut terlepas. “Alhamdulillah, disyukuri, tapi sebenarnya nggak puas. Karena menurut saya, saya sebenarnya mampu dan bisa ke final. Cuma tadi kepleset aja,” imbuhnya.

Peluang Final Terbuka dari Bagan Pertandingan

Menurut Leica, susunan bagan pertandingan memberinya kesempatan besar untuk melangkah lebih jauh. Ia menilai peluang menuju final masih terbuka sebelum kesalahan di semifinal mengubah hasil pertandingan.

“Kalau melihat bagan, untuk melaju ke babak final persentasenya masih besar. Peluangnya masih ada, besar banget. Tapi karena tadi saya meleset di semifinal, ya itu nggak bisa melaju ke final,” tutur atlet berusia 22 tahun tersebut.

Meski tidak mencapai target pribadi, medali perunggu tetap menjadi pencapaian penting bagi Leica. Hasil itu menjadi bagian dari proses panjang yang dijalaninya, termasuk latihan keras serta berbagai pengorbanan untuk bisa tampil pada Asian Games.

Medali untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Leica mengatakan medali tersebut pertama-tama ia persembahkan untuk dirinya sendiri. Menurut dia, hanya dirinya yang sepenuhnya memahami rangkaian perjuangan yang harus dilalui hingga sampai ke panggung Asian Games.

“Yang pertama pastinya balik lagi buat diri sendiri. Karena yang tahu bagaimana prosesnya itu, menurut saya, ya saya sendiri. Yang tahu bagaimana sakit-sakit badannya, bagaimana susahnya bangun pagi setiap hari, bagaimana susahnya nge-push diri sendiri setiap hari,” kata Leica.

Selain bagi dirinya, medali itu juga didedikasikan kepada ayah dan ibunya. Atlet kelahiran Sumatera Utara tersebut menyebut kedua orang tuanya selalu memberikan dukungan, baik ketika ia berada dalam kondisi sulit maupun saat meraih prestasi.

“Yang kedua, pasti buat keluarga. Buat ayah, buat umi yang selalu dukung, di manapun, kapanpun. Dalam titik terendah ataupun saat-saat seperti ini, mereka selalu ada,” pungkasnya.

Source link

Harus Dibaca