:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5093504/original/031672100_1736833832-peranan-babandotan-ageratum-conyzoides-l-sebagai-pestisida-nabati-1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Daun bandotan (Ageratum conyzoides) merupakan tanaman liar yang sering dianggap gulma, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah membantu meredakan rematik berkat sifat antiinflamasi dan analgesiknya.
Peneliti Tanaman Obat dan Obat Tradisional dari UPF Yankestrad Tawangmangu, RSUP Dr. Sardjito, dr. Danang Ardiyanto, MKM, mengungkapkan bahwa kandungan aktif dalam daun bandotan mampu mengurangi peradangan dan nyeri pada sendi yang terkena rematik.
Ciri-Ciri dan Kandungan Aktif Daun Bandotan
Sebelum membahas manfaat daun bandotan, penting untuk mengenali ciri-cirinya. Tanaman ini memiliki daun hijau muda hingga hijau tua dengan bentuk lonjong atau bulat telur, tepi bergerigi, serta permukaan yang berbulu halus.
“Saat diremas, daun bandotan mengeluarkan aroma khas yang cukup menyengat,” kata Danang saat dihubungi Health Liputan6.com melalui pesan singkat pada Minggu, 2 Februari 2025.
Beberapa kandungan aktif dalam daun bandotan yang berperan dalam mengatasi rematik meliputi:
- Flavonoid : Bersifat antioksidan dan antiinflamasi, membantu mengurangi peradangan pada sendi.
- Alkaloid : Memiliki efek analgesik alami yang membantu meredakan nyeri.
- Tanin : Mempercepat penyembuhan jaringan sendi yang rusak akibat peradangan.
- Minyak Atsiri : Bersifat antinyeri dan memberikan efek hangat pada area yang mengalami nyeri sendi.
- Saponin – Membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat pemulihan.


