:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4516085/original/086908100_1690433750-Screenshot_20230727_114434_Samsung_Internet.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Di Jepang, ikan oarfish memiliki nama unik, yaitu ‘Ryugu no tsukai,’ yang berarti ‘utusan dari istana dewa laut.’ Keyakinan ini sudah ada sejak abad ke-17 dan terkait erat dengan kepercayaan bahwa kemunculan ikan oarfish di permukaan laut bisa menjadi pertanda akan terjadinya gempa bumi dan tsunami.
Mitos ini semakin kuat setelah beberapa kejadian di mana kemunculan oarfish mendahului bencana alam besar, terutama gempa bumi dan tsunami Tohoku tahun 2011. Sebelum bencana tersebut, sejumlah besar oarfish ditemukan terdampar di pantai Jepang, yang memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Namun, para ilmuwan, termasuk Profesor Hiroyuki Motomura dari Kagoshima University, menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan kemunculan ikan oarfish dengan bencana alam. Meskipun demikian, kepercayaan masyarakat Jepang terhadap mitos ini tetap kuat dan kemunculan oarfish sering kali dikaitkan dengan kekhawatiran akan bencana alam.
Legenda Oarfish di JepangÂ
Legenda oarfish di Jepang sangat menarik dan kaya akan makna. Dalam kepercayaan tradisional, ikan ini dianggap sebagai pertanda gempa bumi, dan kemunculannya diyakini sebagai peringatan akan terjadinya bencana.
Menurut mitos, oarfish akan muncul dari kedalaman laut untuk memberi tahu manusia ketika gempa bumi akan segera terjadi. Hal ini menjadi semakin menarik ketika pada tahun 2011, 20 oarfish terdampar di pantai Jepang beberapa bulan sebelum gempa bumi terkuat melanda negara tersebut.
Meskipun banyak yang percaya pada mitos ini, para ilmuwan tetap skeptis. Mereka menganggap bahwa penampakan oarfish mungkin hanya kebetulan, meskipun tetap ada rasa penasaran dan kekhawatiran di kalangan masyarakat ketika ikan ini terlihat.

