:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2891329/original/041424700_1566622934-chain-natter-333977_1920.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Pakar Herpetologi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Prof Mirza Dikari Kusrini, membagikan beberapa cara menghadapi serangan ular weling.
Hal ini merespons kasus seorang bocah berumur 11 tahun asal Pekalongan yang sekarat setelah terkena gigitan ular weling pada Juni 2025.
Prof. Mirza menjelaskan bahwa waktu bertahan hidup korban gigitan ular weling tergantung pada jumlah bisa ular yang masuk ke dalam tubuh, lokasi gigitan, dan kondisi tubuh korban sendiri.
“Meski gejala awal bisa ringan atau tertunda, efeknya bisa fatal jika tidak segera ditangani,” kata Mirza dikutip dari ipb.ac.id pada Selasa, 8 Juli 2025.
Lebih lanjut, Prof. Mirza, mengatakan,”Kadang ular berbisa menghasilkan gigitan kering (dry bite), artinya menggigit tanpa mengeluarkan bisa. Tapi jika benar-benar tergigit dan tidak mendapat penanganan medis, korban bisa mengalami gagal napas dalam waktu 4 sampai 24 jam.”
Berikut cara menghadapi serangan ular weling menurut Prof. Mirza:Â

