:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5281179/original/057573100_1752323781-WhatsApp_Image_2025-07-12_at_19.24.24_2c673ad6.jpg)
Myasthenia Gravis adalah penyakit autoimun yang menyerang hubungan antara saraf dan otot, yang dengan istilah medis disebut neuromuscular.
Hingga saat ini belum ada penelitian yang menjawab pertanyaan terkait penyebab munculnya penyakit ini.
Menurut dr. Ahmad, penyakit autoimun ini dapat terjadi, ketika sistem imun salah mendeteksi. Seharusnya sistem imun itu bertugas melindungi tubuh dengan melawan bakteri, tapi imun di sini bekerja sebaliknya.
“Kita belum tahu, kenapa bisa terjadinya autoimun ini, kenapa ada imun yang salah sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada paut saraf itu. Akibat dari kerusakan paut saraf otot itu, ototnya jadi mudah lelah,” kata dr. Ahmad.
Lebih lanjut, dr. Ahmad menambahkan bahwa Myasthenia Gravis ini bukanlah rasa lemas yang terus berlanjut, tetapi bersifat fluktuatif.
“Ototnya jadi mudah lelah, setelah istirahat dia (otot yang lemah) akan baik kembali,” katanya.


