:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280672/original/010650500_1752241713-7e26ac08-1b92-4244-8ce0-6921852e306c.jpg)
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Persagi, Dr. Ir. Doddy Izwardi, MA., menyampaikan bahwa kesehatan dan gizi yang optimal merupakan hak dasar bagi setiap individu. Terutama bagi kelompok rentan termasuk anak-anak, ibu hamil, menyusui, dan balita.
“Ahli gizi bisa melihat dan mengukur status gizi, yang kita jaga adalah keamanan pangannya,” kata Doddy.
Dampak status gizi bila tidak diperhatikan dapat menimbulkan masalah pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, penyediaan makanan bergizi menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas generasi muda Indonesia.
Masalah dan perkembangan status gizi masyarakat di Indonesia sampai saat ini belum menggembirakan. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, menyatakan 21,6 persen anak di Indonesia stunting. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ini tergolong dalam kriteria tinggi.
Walaupun angka ini sudah menurun dibanding tahun 2021 yang mencapai 24,4 persen. Namun, status gizi dan kesehatan ibu hamil masih sangat memprihatinkan. Hampir separuh Ibu hamil menderita anemia gizi, sebagai salah satu faktor tingginya prevalensi bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Di sisi lain, kejadian obesitas pada usia dewasa meroket dari 14,8 persen tahun 2013 menjadi 21,8 persen tahun 2018. Kondisi ini berdampak pada semakin meningkatnya jumlah pasien hipertensi, diabetes melitus (DM), stroke, dan jantung serta penyakit lainnya.
Banyak faktor yang berhubungan dengan terjadinya masalah gizi, meliputi:
- Ketahanan pangan tingkat rumah tangga;
- faktor pola asuh;
- cakupan dan kualitas pelayanan gizi;
- kondisi lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan termasuk sanitasi dan air bersih.
Saat ini, lanjut Doddy, pemerintah sudah memiliki program MBG. Dan dalam mendukung program ini, pihaknya akan menyusun policy brief yang merupakan hasil dari temu ilmiah nasional bertajuk Kemandirian Ahli Gizi Mengawal Program Makan Bergizi Berkesinambungan yang digelar pada 11-12 Juli 2025 di Jakarta Selatan.


