:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704412/original/58000_1704202630-unhappy-exhausted-mature-woman-with-closed-eyes-lying-bed-touching-temples-close-up-tired-female-suffering-from-headache-migraine-feeling-unwell-suffering-from-insomnia-lack-sleep.jpg)
Belum diketahui penyebabnya hingga kini, somnifobia dapat diobati dengan berbagai terapi. Pendekatan umum yang digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah psikoterapi. Jenis-jenis terapi yang dilakukan untuk mengatasi ini antara lain:
- Terapi Pemaparan (Exposure Therapy)
Pada terapi ini, pasien secara perlahan diperkenalkan pada situasi yang memicu rasa takut dalam kondisi aman dan terkendali. Penelitian ini menunjukkan tingkat keberhasilan mencapai 90%.
- Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
Terapi ini dilakukan dengan tujuan mengubah pola pikir negatif yang memperkuat rasa takut terhadap tidur.
Melalui teknologi ini, pasien akan menghadapi ketakutannya lewat simulasi, tanpa harus langsung berada dalam situasi nyata.
- Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR)
Terapi ini menggunakan pendekatan terapi yang berfokus pada pengelolaan stres dan emosi. Ini merupakan bagian dari teknik terapi CBT.
Penggunaan obat seperti antidepresan diberikan sebagai penunjang. Namun, jika tidak dibarengi dengan terapi psikologis, pengobatan tidak akan cukup efektif.

