:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5170355/original/043673700_1742614354-1742610472118_trik-agar-bisa-tidur.jpg)
Gaur, menekankan, jika risiko jerawat belum cukup membuat seseorang berhenti tidur dengan riasan, maka risiko infeksi mata yang serius bisa menjadi peringatan penting.
Dalam keterangan lebih lanjut, Gaur menceritakan kisah seorang wanita asal Australia berusia 50 tahun yang mengalami iritasi mata hebat.
Saat diperiksa, dokter menemukan massa padat di balik kelopak mata atasnya. Ternyata, itu adalah konkresi, yakni penumpukan maskara yang tidak dibersihkan selama 25 tahun.
“Jika massa tersebut terinfeksi, ini bisa menyebabkan kebutaan,” ujar Gaur kepada Good Morning America.
Dalam kasus ini, konkresi berhasil diangkat melalui operasi berdurasi 90 menit. Sayangnya, prosedur tersebut meninggalkan jaringan parut permanen.
Gaur, menambahkan, jika pasien menjaga kebersihan kelopak mata dengan baik, infeksi bisa dicegah dan pengobatan cukup dilakukan dengan antibiotik topikal.
“Secara umum, prognosisnya bagus, tapi yang terbaik tetaplah pencegahannya,” tambahnya.

