:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226541/original/048175100_1747742226-woman-attending-online-class.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Kortisol merupakan hormon stres dalam tubuh. Dalam jumlah yang normal, hormon ini berfungsi sebagai pengatur metabolisme, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu tubuh merespons stres dengan tepat.
Hormon ini dikeluarkan oleh tubuh ketika mengalami tekanan. Namun, jika kadar kortisol terus-menerus tinggi, ini dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi.
Selama ini, banyak orang mengira bahwa penyebab utama peningkatan kortisol hanya berkaitan dengan stres kronis dan kurang tidur. Ternyata, ada beberapa kebiasaan harian yang tampak biasa tapi memicu peningkatan hormon stres seperti dilansir Health.
1. Skip Sarapan
Melewatkan sarapan membuat tubuh melepaskan kortisol karena merasa berada dalam kondisi siaga terhadap potensi stres. Jika berlangsung lama, kadar kortisol akan meningkat.
Lalu, berpuasa dalam waktu lama, termasuk puasa intermiten, bisa menambah beban pada tubuh sehingga memicu peningkatan produksi kortisol. Ahli gizi Melissa Groves Azzaro menyarankan agar menjaga rutinitas tetap teratur untuk menstabilkan kadar kortisol.
“Kelenjar adrenalmu menyukai rutinitas, jadi waktu makan, tidur, dan bangun yang teratur sangat penting,” katanya.

