Penyidikan atas penembakan dua warga Australia di Bali masih terus berlanjut tanpa kejelasan mengenai motif di balik kejadian tragis tersebut. Kepala Kepolisian Bali, Arif, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih dalam tahap yang terus berjalan. Selama rekonstruksi, ketiga pelaku terlihat patuh dan diborgol serta dirantai dengan ketat oleh petugas Brimob. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses penyidikan berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Arif juga menegaskan bahwa hasil rekonstruksi yang dilakukan sejauh ini sesuai dengan hasil penyidikan yang telah dilakukan. Meskipun begitu, detail mengenai jenis senjata yang digunakan dalam penembakan masih belum diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian. Arif menjelaskan bahwa semua informasi yang diperoleh akan diungkapkan saat persidangan dilakukan.
Sementara itu, polisi masih belum mengungkap siapa otak di balik penembakan yang menewaskan satu korban dan melukai satu korban lainnya. Polisi juga menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari pihak kejaksaan. Peristiwa tragis ini terjadi di Villa Casa Santisya pada Sabtu 14 Juni 2025 dan melibatkan warga Australia. Kepolisian Bali terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini dan memastikan keadilan tercapai.

