:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5396217/original/013015200_1761729437-IMG_20251016_120248.jpg)
Hal serupa juga terlihat di Nanjing Road dan The Bund, dua kawasan paling sibuk di Shanghai. Nanjing Road dikenal sebagai pusat perbelanjaan terbesar di dunia, membentang dari The Bund hingga People’s Square. Di setiap blok, ada beberapa polisi yang aktif mengatur lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan.
Mereka juga memiliki pos pengawasan di beberapa titik, lengkap dengan CCTV yang memantau setiap sudut. Namun, kehadiran kamera tak membuat polisi berdiam diri. Mereka tetap aktif menjaga ketertiban.
Begitu pula di kawasan Oriental Pearl Tower, ikon Shanghai yang terlihat seperti bangunan futuristik di malam hari. Ini benar-benar nyata, bukan hasil AI, seperti yang sering disebut di konten TikTok. Kawasan itu padat sekali, tapi tetap terasa aman.
Saking rapinya pengamanan di sana, seorang rekan media berkata setengah bercanda,”Coba Jakarta kayak gini, Monas pasti bisa seramai ini malam-malam.” Saya hanya bisa mengangguk. Memang, rasa aman adalah kunci agar sebuah kota hidup hingga larut malam.
Menurut laman resmi shanghai.gov.cn, berdasarkan Safe Cities Index 2024 oleh The Economist Intelligence Unit, Shanghai menempati peringkat ke-32 dari 60 kota dengan skor tinggi 84 dari 100 dalam kategori keamanan pribadi.
Bagi warga asing, Shanghai termasuk kota yang ramah dan aman untuk dijelajahi, baik siang maupun malam. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan seperti narkoba, perjudian, dan seks komersial dilarang keras di sini.
Dalam keadaan darurat, nomor darurat yang bisa dihubungi adalah 110 untuk polisi, 119 untuk kebakaran, dan 120 untuk ambulans.
Situs Internationalcitizens bahkan menyebut Shanghai sebagai salah satu kota terpadat dan paling aman di dunia. Transportasinya lengkap. Metro, bus, hingga jalur sepeda tertata rapi. Teknologi, keuangan, dan pariwisata pun berkembang pesat, membuat kota ini ramah bagi ekspatriat dan wisatawan, terutama Kaum Hawa.
Soal konten TikTok yang menggambarkan sisi ‘jorok’ China… Hmmm… Jujur saja, saya tidak menemukannya di Shanghai. Toilet umum bersih, air mengalir lancar, sabun cuci tangan tersedia. Setidaknya ini yang saya lihat dengan mata kepala sendiri ketika berada di mal dan tempat umum.
Untuk kebiasaan meludah sembarangan… Mungkin bukan di sini kali ya… Atau mungkin itu hanya stereotip lama yang tidak lagi relevan.
Setidaknya, dari yang saya lihat langsung, Shanghai adalah kota yang sangat aman, tertib, dan terawat. Polisi ada di mana-mana, CCTV aktif di setiap sudut, dan warganya tampak menghargai aturan.

