:strip_icc()/kly-media-production/medias/5079633/original/025949000_1736152759-1735888291320_ciri-ciri-sakit-mata.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Mata kering sering dianggap sepele. Padahal, gangguan ini bisa menyebabkan kerusakan kornea permanen dan menurunkan kemampuan penglihatan. Hal itu diingatkan oleh Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, yang menyebut pentingnya menjaga kelembapan mata agar tetap sehat dan jernih.Â
“Tuhan cuma kasih satu kesempatan bagi kornea untuk jernih. Kalau sampai kornea kita luka atau infeksi, kejernihannya hilang dan otomatis penglihatan kita terganggu,” ujar Eka.
Apa yang dimaksud dengan mata kering? Eka menjelaskan bahwa dry eye disease (DED) atau sindrom mata kering adalah kondisi ketika mata tidak dapat memproduksi air mata yang cukup untuk melembapkan permukaan bola mata.Â
Air mata sendiri bukan hanya air biasa, melainkan lapisan pelindung kompleks yang terdiri dari tiga komponen penting, yaitu lipid (lemak), air, dan musin (lapisan penempel pada kornea).
“Lapisan air mata berfungsi menjaga kelembapan dan kejernihan permukaan mata. Kalau salah satu komponennya terganggu, produksi air mata bisa berkurang atau cepat menguap, sehingga menimbulkan rasa kering, sepet, perih, bahkan terbakar,” ujarnya.
Â

