HomeKesehatanApa Enam Kebiasaan untuk Mengurangi Risiko Demensia? Riset Monash University Beri Jawabannya

Apa Enam Kebiasaan untuk Mengurangi Risiko Demensia? Riset Monash University Beri Jawabannya

Liputan6.com, Jakarta – Monash University kembali menegaskan komitmennya dalam upaya global melawan demensia melalui riset lintas disiplin yang menggabungkan teknologi mutakhir dan pendekatan humanis. Temuan terbaru ini membantu masyarakat memahami tanda-tanda awal demensia sekaligus memberikan panduan praktis untuk mencegahnya sejak dini, termasuk bagi masyarakat Indonesia yang memiliki jumlah kasus terus meningkat.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada sekitar 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan jumlahnya diperkirakan melonjak menjadi 152 juta pada tahun 2050.

Di Indonesia, lebih dari 4,2 juta orang tercatat hidup dengan kondisi tersebut, dengan Alzheimer sebagai penyebab paling umum. Lonjakan kasus ini membuat upaya pencegahan menjadi semakin mendesak.

Lalu, apa sebenarnya kebiasaan yang terbukti dapat mengurangi risiko demensia?

1. Mengelola Kesehatan Sejak Usia 40-an

Penelitian yang dipimpin Professor Matthew Pase dari Ageing and Neurodegeneration Research Program, School of Psychological Sciences Monash University, menegaskan bahwa gaya hidup dan kesehatan seseorang mulai usia 40 tahun sangat menentukan kondisi otaknya di masa tua.

“Karena belum ada obat untuk demensia, penelitian tentang faktor risiko dan pelindung menjadi sangat penting,” ujar Professor Pase dikutip dari keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 17 November 2025.

Prof Pase menekankan bahwa hingga 50 persen kasus demensia sebenarnya bisa dicegah dengan pengelolaan faktor risiko yang tepat.

 

 

Source link

berita