:strip_icc()/kly-media-production/medias/4772710/original/086355200_1710417674-arianagrandede_1200x600.jpg)
Ariana mengungkap bahwa selama mengerjakan Thank U, Next, ia sedang berada dalam kondisi mental yang sangat rapuh. Tragedi bom Manchester 2017 memicu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), gangguan yang muncul setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis.Â
PTSD dapat menyebabkan kilas balik, rasa takut berlebihan, sulit tidur, hingga kecemasan yang muncul tanpa kendali hal yang diakuinya sangat mempengaruhi kesehariannya.
Selain itu, Ariana juga menghadapi depresi dan kecemasan (anxiety) yang muncul bersamaan. Depresi kerap membuatnya kehilangan energi, merasa kosong, dan sulit menikmati hal-hal yang dulu membuatnya bahagia. Sementara anxiety memunculkan rasa gelisah berkepanjangan dan pikiran yang terus berputar tanpa henti.
Kehilangan Mac Miller semakin memperdalam grief yang ia rasakan, membuat proses penyembuhan menjadi semakin berat. Ariana menyebut musik sebagai cara untuk tetap bertahan dan memahami emosinya di tengah fase tergelap hidupnya.

