:strip_icc()/kly-media-production/medias/5246615/original/017911800_1749458015-full-shot-smiley-woman-sitting-chair.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Saat hari libur hampir berakhir yakni pada Minggu malam, sebagian orang sering mengalami gelisah dan overthinking. Setelah akhir pekan, pikiran mulai dipenuhi bayangan pekerjaan, deadline dan tanggung jawab yang menanti di hari Senin. Kondisi ini kerap dikenal sebagai Sunday scaries atau kecemasan Minggu malam.
“Minggu malam berada di tengah-tengah dua keadaan emosional yang berlawanan yaitu relaksasi setelah beristirahat dan antisipasi terhadap tanggung jawab yang akan datang,” kata terapis pernikahan dan keluarga, Silva Depanian.
Menurutnya, selama akhir pekan sistem saraf cenderung berada dalam mode pemulihan. Namun, menjelang Minggu malam, otak mulai mengantisipasi rutinitas kerja sehingga kewaspadaan meningkat dan kecemasan mudah muncul.
Melansir dari Real Simple, rutinitas Minggu yang tenang dapat membantu memperlancar transisi menuju hari kerja.
“Prediktabilitasnya mengurangi beban kognitif karena Anda tidak membuat banyak keputusan kecil di menit terakhir,” ujar Depanian.
Ia menambahkan, rutinitas yang efektif setidaknya memberi rasa kendali, ketenangan, dan kesenangan.


