:strip_icc()/kly-media-production/medias/5229249/original/065034300_1747910465-bYivI5ccXo.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap super flu yang dipicu oleh virus influenza A(H3N2) subclade K. Salah satu langkah penting yang perlu diperkuat adalah pelayanan kesehatan tingkat primer serta sistem surveilans yang terintegrasi.
“Selalu memperkuat pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat primer yang ada di masyarakat, meningkatkan surveilans, yakni klinik dan surveilans genomik,” ujar Tjandra Yoga dikutip dari Antara pada Minggu, 4 Januari 2025.
Menurutnya, puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran krusial dalam mendeteksi dini penyebaran virus influenza penyebab super flu. Selain surveilans klinis, pemantauan berbasis genomik juga diperlukan untuk melihat dinamika varian virus yang beredar di masyarakat.
Tak hanya pemerintah, Tjandra Yoga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penularan. Edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu terus digencarkan agar masyarakat memahami cara melindungi diri dan lingkungan sekitarnya.
“Pemerintah juga perlu melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat serta pencegahan penularan,” ujarnya.
Tjandra Yoga mengimbau warga yang mengalami gejala flu, seperti demam, batuk, dan pilek, untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker juga dianjurkan agar tidak menularkan virus influenza kepada orang lain.


