Eva Meliani Pasaribu, seorang anak jurnalis, dengan penuh emosi memberikan kesaksian di hadapan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perkara nomor 197 197/PUU-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi RI, Jakarta. Dia menceritakan tentang perjuangannya untuk mencari keadilan setelah kehilangan ayahnya yang juga seorang jurnalis, bersama ibu, adik, dan anaknya dalam kebakaran yang diduga melibatkan oknum TNI.
Dalam kesaksiannya, Eva menangis memohon agar keadilan tetap terjaga dan tidak punah, seperti api yang telah menyapu keluarganya. Dia juga menyerukan agar tidak ada lagi wartawan yang harus mengalami nasib yang sama seperti ayahnya, sementara pelaku intelektual masih bebas karena menggunakan seragam.
Kisah tragis Eva ini membawa haru dan menggugah banyak pihak untuk lebih memperhatikan masalah keadilan dan perlindungan terhadap wartawan. Keterlibatan oknum TNI dalam insiden ini mengingatkan betapa pentingnya keamanan dan antisipasi terhadap kejahatan yang mengancam profesi jurnalis.
Kisah Eva Pasaribu menjadi cermin bahwa di balik setiap berita yang disampaikan oleh wartawan, ada kehidupan dan keluarga yang terpaut erat. Harapan Eva dan banyak orang adalah agar keadilan segera terwujud dan tragedi serupa tidak terulang di masa depan.


