:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5475603/original/012255900_1768632585-budi_kusta.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa di Indonesia perlu ada Kusta Warrior Club atau komunitas lawan kusta.
“Tahun ini harus jadi Kusta Warrior Club di 514 kota, rekrut penyintas kusta, latih mereka untuk bicara di depan umum dan biarkan mereka yang bicara. Bukan saya yang bicara kusta, tapi mereka (penyintas), testimoni mereka akan lebih powerful (kuat),” kata Budi dalam temu media di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Budi berharap, Kusta Warrior Club dapat mulai berdiri bulan depan atau Februari 2026. Komunitas ini bertujuan mengumpulkan para penyintas atau orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) untuk bersatu dan mengedukasi masyarakat. Budi meminta agar para OYPMK dilatih berbicara di depan umum agar bisa menjadi pembicara dalam seminar atau acara-acara publik.
“Let them speak (biarkan mereka bicara), ini akan menciptakan gerakan yang sangat kuat,” ucapnya.
Menurut Budi, kusta masih distigmatisasi akibat kurangnya informasi yang benar di masyarakat. Padahal, kusta bukan penyakit kutukan, melainkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, sulit menular, memiliki tingkat fatalitas hampir nol, serta dapat disembuhkan.
“Kusta bukan kutukan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, penularannya sangat sulit dan membutuhkan waktu lama. Yang terpenting, kusta sudah ada obatnya dan bisa sembuh,” ujar Budi.

