:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483860/original/051876700_1769405156-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_22.28.16__1_.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Program Keluarga SIGAP resmi menyelesaikan fase perluasan ke Brebes, Jawa Tengah; Sukabumi, Jawa Barat; serta Banjar, Kalimantan Selatan, setelah mencatatkan hasil positif pada fase percontohan. Program ini merupakan inisiatif kolaboratif yang mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat praktik kesehatan keluarga guna melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah.
Keluarga SIGAP berfokus pada tiga perilaku utama yang saling terkait, yaitu imunisasi, cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pemenuhan gizi sesuai usia bagi anak di bawah dua tahun (Baduta). Ketiga aspek tersebut dijalankan secara terintegrasi melalui layanan kesehatan primer yang dekat dengan masyarakat.
Keseluruhan fase program tersebut dijalankan melalui kemitraan lintas sektor antara Gavi, the Vaccine Alliance; Unilever; dan The Power of Nutrition, bersama pemerintah serta sistem kesehatan di tingkat pusat dan daerah. Keluarga SIGAP tidak membangun sistem baru, melainkan memperkuat platform yang sudah digunakan keluarga, seperti Posyandu, kunjungan rumah, pendidikan anak usia dini, serta kanal digital, agar pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan.
Dalam acara diseminasi pembelajaran Program SIGAP, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, dr. Niken Wastu Palupi, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas nasional di bidang kesehatan.
“Di Kementerian Kesehatan, prioritas kita yaitu ke Pilar Pertama: Layanan Primer, melakukan upaya promotif dan preventif. Melalui Keluarga SIGAP, masyarakat tidak sekadar tahu soal kesehatan, tapi benar-benar mengubah perilaku mereka sehari-hari. Jika kita berhasil memperkuat layanan primer melalui Keluarga SIGAP, kita sedang menyiapkan pondasi bagi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Seiring perluasan program, Keluarga SIGAP menghadirkan pembelajaran penting mengenai bagaimana perubahan perilaku terintegrasi dapat dijalankan melalui sistem pelayanan kesehatan primer, termasuk area kemajuan yang paling menonjol, faktor pendukung keberhasilan, serta respons keluarga ketika dukungan diberikan secara konsisten.


