:strip_icc()/kly-media-production/medias/5127391/original/030677700_1739170525-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
Faktanya vaksin flu yang ada tetap memberikan perlindungan yang penting. Memang benar virus flu baru yang beredar dan tidak termasuk dalam vaksin tahun 2025. Namun, hal itu tidak memengaruhi efektivitas vaksin.
Peneliti dari Universitas Pennsylvania mengambil sampel darah dari 76 orang dewasa sekitar sebulan setelah mereka mendapatkan suntikan flu tahun ini. Lalu, peneliti menguji serum, atau bagian darah yang jernih, terhadap beberapa strain flu untuk melihat apakah antibodi di dalamnya dapat secara efektif mengenali dan mengikat virus tersebut.
“Kami terkejut menemukan bahwa banyak individu yang divaksinasi dengan vaksin tahun ini menghasilkan sejumlah besar antibodi yang dapat secara efektif mengikat dan menetralkan virus subklade K,” kata penulis studi, Dr. Scott Hensley.
3. Vaksin Flu Bikin Sakit
Faktanya, orang mungkin merasa tidak enak badan sesaat setelah disuntik vaksin flu, tetapi tidak parah, dan bukan flu. Menurut penelitian satu dari 3 orang merasa tidak enak badan selama satu atau dua hari setelah mendapatkan suntikan vaksin flu.
Usai mendapatkan suntikan vaksinasi influenza, gejala yang paling umum meliputi sakit kepala, nyeri otot, lelah, demam dan memang mirip gejala flu. Tetapi sebenarnya bukan flu.
“Ya, kita bisa mengalami nyeri lengan yang sedikit bengkak, dan beberapa orang mungkin mengalami demam dan sakit kepala setelah menerima vaksin influenza, tetapi itu bukan flu. Itu hanya sistem kekebalan tubuh Anda yang merespons vaksin dalam periode segera setelah menerima vaksin,” kata pakar penyakit menular dari Vanderbilt University, William Schaffner.


