Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan latar belakang rencana pembangunan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di jantung Jakarta. Ia merasa gundah karena sebagai menteri agama tidak mampu menyediakan kantor yang layak bagi pemimpin umat. Menurutnya, kantor MUI saat ini tidak memadai dan sulit bahkan untuk parkir kendaraan. Nasaruddin membandingkan dengan kantor organisasi keagamaan lain yang tergolong lebih memadai. Oleh karena itu, setelah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo, rencana pembangunan kantor baru MUI disambut positif. Nasaruddin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dari ulama dan kiai, dan percaya bahwa ini semua berkat doa mereka. Ini merupakan langkah penting untuk memberikan tempat yang layak bagi para pemimpin umat Islam.


