:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505369/original/033642500_1771385710-unnamed__13_.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Menu sahur bisa beragam termasuk dari pangan lokal. Bahkan sejumlah pangan lokal yang ada di sekitar kita punya nilai gizi yang baik di tengah gempuran makanan instan dan impor seperti disampaikan pakar gizi IPB University Dr Eny Palupi.
Sumber karbohidrat tak cuma nasi, bila melihat pangan lokal ada singkong hingga talas yang termasuk karbohidrat kompleks.
“Umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan talas, kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama serta dapat menjaga kestabilan gula darah,” jelas Eny mengutip laman IPB University, Senin (23/2/2026).
Lalu, kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah menyediakan protein nabati dan serat yang penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga pencernaan.
Sayur pangan lokal di Indonesia juga beragam seperti bayam, kangkung, kecipir, paria, bunga turi,dan daun kelor mengandung vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh.
Lalu, ada buah-buahan lokal seperti pisang, pepaya, rambutan, mangga, salak dan lainnya dapat menjadi sumber energi cepat karena kandungan glukosanya yang mudah dicerna setelah seharian berpuasa.
“Dengan berbagai pilihan tersebut, pangan lokal bukan hanya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak melainkan juga serat, vitamin, dan mineral esensial,” tambahnya.


