:strip_icc()/kly-media-production/medias/4777981/original/067485400_1710879359-young-muslim-businesswoman-check-product-purchase-order-stock-save-tablet-computer-work-home-office_7861-2997.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Puasa Ramadan bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan secara umum tapi ternyata bisa mendukung kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki. Kondisi ini meningkatkan peluang keberhasilan program hamil.
Manfaat tersebut bisa didapatkan bila suami dan istri menjalani puasa dengan cara yang sehat. Termasuk asupan nutrisi yang tepat saat buka dan sahur seperti disampaikan dokter obstetri dan ginekologi Ganot Sumulyo dari Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University.
Ganot mengatakan puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron serta mendukung proses ovulasi yang lebih sehat melalui penurunan resistensi insulin. Kondisi ini sangat bermanfaat bagi perempuan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS).
“Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil,” jelas Ganot mengutip laman IPB.
Kadar insulin yang tinggi dapat memicu ovarium memproduksi androgen atau hormon testosteron secara berlebihan. Kondisi tersebut dapat memperparah gejala PCOS dan mengganggu ovulasi.
“Puasa juga dapat menurunkan kadar luteinizing hormone (LH) dan androgen, serta membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memperbaiki siklus menstruasi dan mendukung ovulasi yang lebih teratur,” ungkap Ganot.


