Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, telah menegaskan bahwa relokasi pengungsi dengan cepat menjadi prioritas utama dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta. Mereka berharap bahwa relokasi bisa selesai sebelum Idul Fitri, dimana semua pengungsi telah dipindahkan dari tenda ke hunian tetap atau menerima dana tunggu hunian.
Hingga saat ini, jumlah pengungsi pasca bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan penurunan yang signifikan sejak awal Ramadan. Berdasarkan laporan harian Satgas PRR Pascabencana Sumatera, pada 20 Februari 2026, terdapat 12.994 jiwa pengungsi, dengan 12.144 jiwa di Aceh, 850 jiwa di Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat tidak memiliki pengungsi di tenda. Namun, dengan percepatan penanganan, jumlah pengungsi tersebut telah berkurang menjadi 6.873 jiwa pada 5 Maret 2026, dengan 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara. Artinya, dalam waktu kurang dari dua pekan, jumlah pengungsi telah berkurang sebanyak 6.121 jiwa atau 47,1 persen dari kondisi awal Ramadan.


