:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
Di kesempatan yang sama, Andi menyampaikan bahwa total ada enam orang meninggal akibat campak di Indonesia selama minggu pertama hingga ke-8 pada tahun 2026.
“Ada penambahan satu kasus meninggal dibanding minggu ke-7,” katanya.
Andi menambahkan, keenam pasien meninggal ini tidak memiliki riwayat imunisasi campak sama sekali. Padahal, imunisasi campak diperlukan anak sebanyak dua dosis.
“Ada enam pasien meninggal selama 2026 ini, keenam pasien yang meninggal tersebut tidak mempunyai riwayat imunisasi meski hanya sekali. Imunisasi campak itu kan harus dua kali, pada umur 9 bulan dan 18 bulan.”
“Namun, dari enam kasus yang meninggal ini sama sekali tidak ada riwayat imunisasi,” imbuhnya.
Keenam kasus meninggal ini merupakan kelompok usia balita (bawah lima tahun). Dan sebelum meninggal, para pasien mengalami komplikasi yang berujung fatal.
“Penyebab kematiannya (komplikasi fatal) adalah diare, pneumonia atau radang paru, dan bronkopneumoni,” jelas Andi.


