Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memberikan tanggapan terkait isu telegram Panglima TNI yang menginstruksikan status Siaga 1 kepada prajuritnya. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, peningkatan kesiapsiagaan militer adalah bagian penting dalam sistem pertahanan negara. Hal ini merupakan mekanisme internal TNI untuk memastikan kesiapan operasional satuan. Rico menegaskan bahwa TNI harus selalu siap menghadapi perubahan situasi strategis yang cepat, baik di tingkat global, regional maupun nasional. Kemhan secara prinsip juga mendukung setiap upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit, karena hal tersebut berkaitan erat dengan tugas utama TNI dalam menjaga kedaulatan negara dan keselamatan rakyat Indonesia. Langkah-langkah antisipatif terhadap dinamika situasi strategis selalu dilakukan oleh TNI sebagai bagian dari kewajibannya untuk melindungi bangsa dan wilayah Indonesia.


