Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyoroti pentingnya persiapan dalam menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan mengambil langkah antisipatif terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak. Dalam rapat pemerintah, Lee menekankan perlunya mengembangkan strategi dengan asumsi situasi yang mungkin berlangsung lama, termasuk skenario terburuk yang bisa terjadi.
Beliau memperingatkan bahwa jika dinamika internasional terus berlanjut, harga minyak yang stabil saat ini bisa kembali melonjak, menyebabkan tekanan ekonomi dan menurunkan standar hidup. Oleh karena itu, Lee memerintahkan para pejabat Korsel untuk memanfaatkan jalur diplomatik untuk memastikan pasokan energi alternatif yang stabil dan berkelanjutan.
Lee juga menyerukan kerja sama internasional, diversifikasi sumber energi, dan penguatan strategi mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri serta menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Untuk langkah lanjutan, Lee menekankan perlunya persiapan menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah sambil mengantisipasi lonjakan harga minyak.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk memperkuat cadangan energi strategis, meningkatkan efisiensi konsumsi energi di sektor industri dan transportasi, serta mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai langkah jangka panjang. Semua langkah ini dianggap krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dan memastikan ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global yang terus berlangsung.


