Prabowo mengunjungi pinggiran rel Senen pada Kamis (26/3/2026) yang lalu dan disambut antusias oleh warga setempat. Selama kunjungannya, Prabowo berbincang dengan warga dan menyampaikan rencana pemindahan mereka ke rumah susun (rusun). Meski rencana tersebut tidak langsung disetujui oleh semua warga, beberapa di antaranya, termasuk Sairin, merasa cemas dengan perubahan tersebut. Sairin menyadari bahwa ia harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta mencari mata pencarian yang berbeda jika benar-benar harus pindah ke rusun.
Saat ini, tempat tinggal Sairin menjadi sumber rezeki sehari-hari baginya, meskipun mungkin dianggap sebagai masalah oleh orang lain. Kedatangan Prabowo bukan hanya memberikan harapan akan tempat tinggal yang baru, tetapi juga akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yang tinggal di pinggiran rel. Hal ini membawa sedikit harapan bagi Sairin, disampaikan Prabowo bahwa anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan akan disekolahkan.
Di tengah bongkahan puing yang tersisa, harapan dan kecemasan terus berjalan beriringan. Ada yang pasrah dengan situasi, namun juga ada yang tetap optimis bahwa pemerintah akan membawa perubahan positif bagi mereka.


