:strip_icc()/kly-media-production/medias/4915586/original/060454600_1723437242-front-view-woman-dealing-with-imposter-syndrome.jpg)
Bila Anda merasa mengalami kondisi post-holiday blues maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Validasi Emosi
“Sadari bahwa ini normal ini bagian dari adaptasi. Menolak perasaan justru memperpanjang distres,” katanya.
2. Transisi Bertahap
Lakukan transisi secara bertahap. Misalnya bagi pekerja mulai hari pertama dengan tugas ringan dan hindari overload. “Ini membantu sistem saraf beradaptasi kembali,” pesannya.
3. Rebuild Dopamine secara Sehat
Bukan dengan scroll media sosial berlebihan. Namun, dengan olahraga, aktivitas bermakna, interaksi sosial sehat, menjalankan hobi yang menyenangkan.
4. Mencari Makna Ulang Liburan
Manusia lebih tahan terhadap stres jika mampu memberi makna. Maka tanyakan, apa yang saya dapatkan dan pelajari dari Lebaran/liburan? Nilai apa yang bisa saya bawa ke kehidupan sehari-hari?”
Liburan bukan sekadar kenangan, tapi sumber makna,” katanya.
5. Kurangi Social Comparison
Media sosial kerap menjadi perbandingan. Namun, sadari bias media sosial. Lebih baik fokus pada perjalanan pribadi
6. Bangun Tujuan Hidup
Menurut Ryff dalam Journal of Personality and Social Psychology (1989) mengungkapkan kesejahteraan psikologis ditentukan oleh: tujuan hidup, pertumbuhan pribadi dan relasi yang bermakna.
Rutinitas menjadi ringan jika punya makna. Maka ingat-ingat lagi tujuan Anda bekerja atau kuliah.


