:strip_icc()/kly-media-production/medias/4554509/original/047837500_1693216592-chalis007-8mZdmmAUCHw-unsplash.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Vaksinasi tidak hanya penting pada masa balita. Anak usia sekolah hingga remaja juga tetap membutuhkan imunisasi untuk memberikan perlindungan tubuhnya.
Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan pediatri tropis, Nina Dwi Putri mengungkapkan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sering kali terlewat dari perhatian vaksinasi. Remaja dianggap sudah sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik alhasil orangtua kadang lupa mengajak anak melakukan vaksinasi.
“Remaja itu sering terlupakan karena terlihat sehat,” kata Nina dalam webinar awam bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Minggu, 19 April 2026.
Nina mengatakan anak di atas lima tahun bisa melakukan vaksinasi lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Diantaranya vaksin ulangan campak rubela, vaksin HPV, vaksin ulangan DPT.
Lebih lanjut, Nina mengatakan jika melihat siklus kehidupan manusia, ada beberapa fase di mana daya tahan tubuh cenderung lebih lemah, yaitu saat bayi, masa remaja (terutama saat pubertas), dan usia lanjut.
“Pada masa pubertas, daya tahan tubuh menurun, sehingga remaja tetap membutuhkan perlindungan tambahan melalui vaksinasi,” jelasnya.


