:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572217/original/059384400_1777780149-Screenshot_2026-05-03_104801.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dokter Andi Saguni mengatakan ketersediaan vaksin untuk imunisasi dasar di Indonesia aman. Termasuk stok vaksin campak yang aman sampai 9 bulan ke depan.
“Kita pastikan aman sepanjang tahun, bahkan sudah dihitung-hitung stok vaksin campak untuk sembilan bulan ke depan aman. Bahkan ada pengadaan lagi di paruh kedua,” kata Andi dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia di Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 2 Mei 2026 pagi.
Ia memastikan tidak ada lagi stok vaksin kosong. Termasuk memastikan bersama dengan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan bahwa alat suntik untuk imunisasi dasar terjamin.
“Sehingga tidak ada lagi kekurangan vaksin termasuk vaksin campak,” lanjut Andi.
Andi mengatakan bahwa selama 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2%. Meski menunjukkan kemajuan dibanding tahun sebelum-sebelumnya, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali.
Maka dari itu, Kemenkes tengah gencar mendorong agar anak-anak yang belum mendapatkan vaksin agar segera diimunisasi. Bila dibiarkan maka rentan terjadi kejadian luar biasa difteri atau pertusis dan penyakit menular lain yang sebenarnya bisa diatasi dengan imunisasi.
“Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,” tegas Andi.


