:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi tiga tantangan kesehatan anak, yaitu stunting, karies gigi, dan obesitas.
Menurutnya, meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses dan asupan gula tambahan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian orang tua.
“Orang tua memang perlu membatasi konsumsi gula pada anak. Gula bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi perlu dikontrol dan dibatasi sesuai kebutuhan, karena kalau tidak bisa menyebabkan karies gigi,” jelasnya.
Prof. Rini juga mengingatkan bahwa susu masih menjadi salah satu sumber nutrisi penting yang dapat membantu memenuhi kebutuhan anak hingga usia remaja.
“Susu masih menjadi salah satu sumber nutrisi penting yang sebaiknya diberikan hingga usia remaja. Pada masa anak-anak hingga remaja, tubuh sedang berada dalam fase menabung kalsium untuk mendukung kesehatan tulang hingga dewasa nanti,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk tidak hanya fokus pada kandungan tambahan seperti DHA atau Omega-3, tetapi juga memahami komposisi utama produk yang dikonsumsi anak.
“Orang tua perlu lebih kritis dalam membaca label produk nutrisi anak. Kandungan yang tercantum pertama di dalam urutan komposisi menunjukkan komponen terbesar dalam suatu produk. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kualitas sumber bahan, proses produksi, serta ada atau tidaknya tambahan seperti gula atau pemanis tertentu,” jelasnya.


