Pelatihan pengolahan limbah batu bara menjadi pupuk kompos telah dilakukan di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan agar dapat lebih siap saat kembali ke masyarakat.
Dukungan Terhadap Sektor Pertanian Lokal
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan strategi tepat untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian lokal di Belitung. Dengan memberikan keterampilan dalam pengolahan FABA menjadi pupuk kompos, diharapkan dapat mendukung perkembangan pertanian di wilayah tersebut serta memberikan potensi ekonomi yang signifikan.
Sinergi Antar-Lapas
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, juga menyoroti pentingnya sinergi antar-lapas dalam hal pembinaan. Melalui transfer pengetahuan dalam pembuatan pupuk kompos, diharapkan dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Kolaborasi antar lembaga pemasyarakatan ini merupakan langkah positif dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman guna mendukung program pembinaan.
Setelah sesi teori dan praktik, pupuk kompos yang dihasilkan diserahkan kepada warga binaan dan kelompok tani setempat secara simbolis. Tim kemudian melakukan uji coba lapangan pertama pada tanaman kelapa sawit di Desa Binaan Cerucuk.


