Berita Gempa Besar di NTT: Sejarah Aktivitas Sesar Naik Flores
Gempa Besar Guncang NTT
Gempa besar dengan magnitudo 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Episentrum gempa berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan Pulau Flores bagian utara terdampak paling banyak akibat pergerakan Sesar Naik Flores.
Aktivitas Sesar Naik Flores
Sesar Naik Busur Belakang Flores adalah sistem sesar naik di dasar laut utara Pulau Flores yang memanjang hingga kawasan Sumbawa, Lombok, dan Bali. Data sebaran episentrum gempa utama dan susulan membentuk kluster sejajar arah barat-timur dengan Sesar Naik Flores.
Menurut Daryono dari IABI, aktivitas gempa signifikan di Flores menunjukkan mekanisme sesar naik dengan sudut kemiringan sesar ke arah selatan. Semua aktivitas gempa terkait erat dengan aktivitas Sesar Naik Flores, dengan catatan sejarah gempa kuat dan tsunami di Bali dan Nusa Tenggara yang dipicu oleh sesar ini.
Sejarah mencatat beberapa gempa signifikan akibat Sesar Naik Flores, seperti gempa M 7,0 di Bali dan Lombok pada 22 November 1815 yang memicu tsunami, serta gempa M 7,5 di Bima pada 28 November 1836. Gempa-gempa seperti ini menjadi bukti aktivitas aktif Sesar Naik Flores.
Parameter gempa saat ini dapat terpantau dengan baik berkat jaringan seismograf yang ada. Hal ini mengingat gempa kuat lainnya yang terjadi di masa lalu, seperti gempa di Seririt, Bali, pada 14 Juli 1976 yang merusak ribuan rumah dan menelan korban jiwa.
Sejarah aktivitas gempa di Bali dan Nusa Tenggara akibat Sesar Naik Flores menjadi peringatan akan potensi bencana alam yang bisa terjadi di wilayah tersebut.


