Jejak Perlawanan, Akar Peradaban: Pameran Bersejarah di Perpusnas
Pada bulan Agustus 2026, di Grha Literasi Bangunan Cagar Budaya (BCB) Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, digelar pameran bersejarah bertajuk ‘Jejak Perlawanan, Akar Peradaban’. Sebuah persembahan yang memotret semangat perlawanan dan keberanian sebagai akar peradaban bangsa Indonesia.
Gelar Pameran
Pameran ini menyajikan tiga sub tema menarik, yaitu Sosok Perlawanan, Budaya Perlawanan, dan Peristiwa Perlawanan. Menampilkan koleksi langka seperti Kitab Sutasoma, Babad Untung Surapati, Gebug Buleleng, Babad Giyanti, Babad Mataram, dan naskah Jihad Aceh.
Di bawah naungan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, pameran ini mengajak pengunjung untuk membuka lembaran sejarah melalui naskah-naskah kuno. Koleksi ini merekam berbagai kisah kepahlawanan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Materi Pameran
Penyajian materi pameran dibagi menjadi tiga sub tema yang kaya akan cerita. Sosok Perlawanan mengangkat tokoh berperan dalam sejarah perjuangan Nusantara seperti Syekh Yusuf al-Makassari, Pangeran Diponegoro, dan Untung Surapati.
Sementara Budaya Perlawanan menyorot peran sastra, hikayat, kidung, doa, dan ajaran keagamaan dalam membentuk keberanian, solidaritas, identitas, serta nilai-nilai perjuangan masyarakat. Sedangkan Peristiwa Perlawanan memperlihatkan berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa.
Pameran ini tidak hanya berfokus pada naskah kuno, namun juga menampilkan koleksi monograf langka dan mutakhir yang memberikan perspektif baru mengenai sejarah dan dinamika masyarakat Indonesia.
Presentasi Koleksi
Lebih dari 50 koleksi ditampilkan dalam berbagai bentuk, mulai dari naskah kuno, surat kabar terjilid, foto hingga peta lama. Koleksi ini tersebar di beberapa lokasi, seperti Ruang Pameran di lantai 4 hingga Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan di lantai 16.
Tak hanya pameran, beragam kegiatan pendukung turut diselenggarakan sepanjang Agustus 2026. Mulai dari kelas literasi anak hingga diskusi literasi budaya nusantara, semuanya bertujuan untuk memperluas wawasan masyarakat akan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.


