BMKG: Aktivitas Gempa Susulan Akan Terus Berkurang Secara Bertahap
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa aktivitas gempa susulan masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan meskipun intensitasnya akan berkurang secara bertahap. Menurut Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, pemodelan sementara menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan akan terus menurun hingga mencapai tingkat yang relatif rendah dalam beberapa minggu mendatang.
Perkiraan Penurunan Aktivitas Gempa Susulan
Nelly menjelaskan bahwa berdasarkan model yang digunakan BMKG, laju gempa susulan diperkirakan akan mencapai tingkat relatif rendah dalam dua hingga tiga minggu ke depan atau sekitar satu bulan ke depan. Meskipun demikian, perkiraan tersebut bukan berarti bahwa gempa susulan akan berhenti sepenuhnya setelah periode tersebut. Estimasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang terus dipantau.
Hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat bahwa jumlah gempa susulan di NTT telah mencapai 3.002 kejadian. Gempa susulan tersebut bervariasi dalam kekuatan, mulai dari M1,1 hingga M6,2. Sebanyak 86 gempa bumi susulan dirasakan oleh masyarakat, dan terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.
Proses Alami Setelah Gempa Utama
Nelly menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan merupakan bagian dari proses alami setelah gempa utama terjadi. Kerak bumi memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri setelah pelepasan energi akibat gempa utama. Gempa susulan adalah mekanisme kerak bumi dalam mencapai keseimbangan baru setelah gempa besar terjadi.


