Berton Tinjau Kesiapsiagaan Pesisir Terhadap Dampak Gunung Anak Krakatau
Menurut Berton, langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pemerintah dan masyarakat di kawasan pesisir siap menghadapi potensi dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk bahaya tsunami. Pengecekan juga menyasar wilayah vital dan permukiman yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018.
Pengecekan Kesiapsiagaan di Berbagai Kawasan
Penilaian kesiapsiagaan dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbang di Pandeglang, serta beberapa desa pesisir di Serang dan Cilegon. Hal ini bertujuan untuk memastikan fungsinya sarana peringatan dini. Menara sirene peringatan dini di Kecamatan Sumur dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, dalam kondisi siap operasi. Jalur evakuasi juga telah dipasang dengan baik dan simulasi bencana rutin dilakukan.
Di Tanjung Lesung, alat Warning Receiver System (WRS) Gen masih dalam proses perbaikan. Sedangkan di Kabupaten Serang, pemeriksaan dilakukan di beberapa desa pesisir seperti Salira, Karang Suraga, dan Anyar. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan pantai aktif menjalankan perannya dengan baik.
Untuk Kota Cilegon, peninjauan dilakukan di Kelurahan Kubangsari. Standar operasional prosedur (SOP) peringatan dini sudah disiapkan, fasilitator kelurahan aktif dalam menyebarkan informasi, dan sirene tsunami di area kantor kelurahan berfungsi dengan optimal.
Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Berton memberikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas relawan dalam menjaga kesiapan infrastruktur peringatan dan pemantauan bencana. Menurutnya, kesiapan ini sangat penting untuk mendukung keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.


