Abah Setu Minta Maaf Setelah Pernyataan Kontroversial
Mengutip Liputan6.com
Abah Setu alias K.H. Ir. Asep Setiawan meminta maaf atas pernyataannya yang menuai kecaman di media sosial dan menyebabkan sejumlah warga berkumpul di Majelis Dzikir Nurul Hikam, Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Permintaan Maaf di Hadapan Unsur MUI dan Tokoh Agama
Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Asep saat bertemu dengan perwakilan MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis, 10 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, Asep mengakui kesalahannya atas pernyataan kontroversial yang memicu keberatan di kalangan masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki lebih lanjut pernyataan yang dilontarkan oleh Asep. Video pernyataan kontroversial tersebut telah menyebar luas di media sosial dan menimbulkan polemik di masyarakat.
Kontroversi Terkait Pernyataan yang Meresahkan
Kontroversi muncul setelah video ceramah yang diduga mengandung penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, individu yang disapa Abah Setu menyentuh isu tentang Nabi Muhammad SAW dan menyebut pengikutnya terjebak dalam syariat.
Video tersebut tidak hanya menarik perhatian di media sosial, tetapi juga mendorong sejumlah warga untuk mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada malam Senin, 7 September 2026.


