Tim putri Indonesia akan menghadapi Chinese Taipei pada perempat final nomor beregu bulu tangkis Asian Games 2026, Selasa (22/9/2026). Pertandingan tersebut berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, dengan satu tiket semifinal menjadi target yang diperebutkan kedua tim.
Indonesia melangkah ke babak delapan besar setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Mongolia. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat karena Chinese Taipei memiliki sejumlah pemain dengan peringkat dunia tinggi, terutama di sektor tunggal dan ganda.
Chinese Taipei Andalkan Pemain Berperingkat Tinggi
Chiu Pin-chian menjadi salah satu ancaman utama di nomor tunggal. Pemain tersebut tercatat menempati peringkat ke-12 dunia. Kekuatan Chinese Taipei juga berada pada dua pasangan gandanya, yakni Hsieh Pei-shan/Hung En-tzu yang berada di peringkat ke-10 serta Hsu Yin-hui/Lin Jhih-yun di posisi ke-13 dunia.
Komposisi tersebut membuat Indonesia harus menghadapi lawan yang secara peringkat memiliki kekuatan kompetitif. Meski begitu, tim pelatih menilai persiapan Putri Kusuma Wardani dan rekan-rekannya sudah cukup untuk menghadapi pertandingan penentu tersebut.
Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, mengatakan kesiapan pemain terlihat dari sesi latihan terakhir. Ia menilai kondisi teknik dan fisik para atlet berada dalam keadaan baik menjelang pertemuan dengan Chinese Taipei.
“Kalau lihat dari kondisi anak-anak tadi di latihan terakhir, baik teknik maupun fisik saya lihat sudah siap untuk menghadapi Chinese Taipei,” ujar Karel dalam keterangan yang disampaikan PBSI.
Karel Minta Pemain Tampil Tenang dan Berani
Karel memastikan Indonesia akan menurunkan komposisi terbaik untuk menghadapi laga perempat final. Ia mengakui sektor ganda Chinese Taipei cukup kuat, tetapi menilai pasangan-pasangan tersebut tetap dapat dilewati apabila para pemain Indonesia mampu menjalankan persiapan yang telah dilakukan.
“Pasti yang diturunkan adalah komposisi terbaik. Ganda mereka cukup kuat tapi dengan persiapan yang anak-anak lakukan, pasangan lawan bukan yang tidak bisa dilewati,” kata Karel.
Pesan utama pelatih kepada para pemain adalah menerapkan hasil latihan secara langsung di lapangan. Selain meminta mereka tampil maksimal, Karel menekankan pentingnya keyakinan, kesabaran, dan ketenangan saat menghadapi tekanan pertandingan.
“Saya ingin mereka praktekkan apa yang sudah didapat di latihan. Main all out, yakin, percaya, sabar dan tenang,” ujarnya.
Kemenangan atas Chinese Taipei akan membawa tim putri Indonesia ke semifinal Asian Games 2026. Sebaliknya, kekalahan akan menghentikan langkah mereka di nomor beregu setelah sebelumnya menyingkirkan Mongolia dengan skor telak.


