Tiga dari enam warga Tulungagung yang tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8 masih dalam pencarian setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026. Kapal itu berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Dari total enam warga asal Tulungagung, dua orang dilaporkan selamat. Satu korban lainnya telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi, sementara tiga warga masih belum diketahui keberadaannya.
Pemkab masih menunggu informasi korban
Reni mengatakan Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh perkembangan informasi mengenai korban asal daerah tersebut yang belum ditemukan. Koordinasi dilakukan agar proses pencarian dan identifikasi dapat terus berjalan.
Menurut Reni, kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga sangat dibutuhkan oleh pihak keluarga korban. Karena itu, pemerintah daerah masih berupaya mendapatkan informasi terbaru dari pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kecelakaan kapal.
“Kami masih terus berkoordinasi dan berupaya mendapatkan informasi terkait korban lainnya yang belum ditemukan,” kata dia.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika proses pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Hingga informasi terakhir yang tersedia, belum ada keterangan mengenai penemuan tiga warga Tulungagung yang masih dicari.
71 orang masih dalam pencarian
Berdasarkan data Basarnas hingga hari ke-14 operasi SAR, KM Virgo Transport 8 tercatat mengangkut 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 orang telah ditemukan dan dievakuasi.
Para korban yang telah ditemukan terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sementara itu, 71 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Angka tersebut mencakup keseluruhan penumpang atau orang yang berada di dalam kapal berdasarkan data Basarnas, bukan hanya warga asal Tulungagung. Di tingkat daerah, pemerintah masih memantau perkembangan pencarian terhadap tiga warga Tulungagung yang belum ditemukan.
Operasi pencarian tetap dilakukan oleh tim SAR gabungan di sekitar lokasi kecelakaan. Pada saat yang sama, jenazah korban yang telah ditemukan menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Proses identifikasi menjadi bagian penting dalam penanganan korban karena hasilnya diperlukan untuk memastikan identitas jenazah sebelum diserahkan kepada keluarga. Pemkab Tulungagung menyatakan koordinasi untuk memperoleh informasi mengenai korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan.


