HomeBerita**Audiensi Pertamina, Lemhannas RI Sebut BUMN Pejuang Negara**

**Audiensi Pertamina, Lemhannas RI Sebut BUMN Pejuang Negara**

Transisi energi menjadi salah satu fokus yang dibahas dalam audiensi antara Lemhannas RI dan PT Pertamina (Persero) di Ruang Tamu Gubernur, Senin (14/9). Pertemuan tersebut membahas pendidikan calon pemimpin, pengembangan bisnis energi rendah karbon, kebutuhan kompetensi baru, serta penguatan nilai kebangsaan di lingkungan BUMN.

Audiensi dipimpin Direktur SDM PT Pertamina (Persero) Andy Arvianto dan diterima Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. Dalam pertemuan itu, Ace menyampaikan bahwa energi baru dan terbarukan menjadi tema pendidikan Program Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) 70 Lemhannas RI.

Menurut Ace, tema tersebut dipilih sejalan dengan berbagai regulasi mengenai transisi energi. Pemahaman mengenai perubahan sektor energi juga dinilai penting untuk membekali calon pemimpin dengan perspektif yang sesuai terhadap tantangan ke depan.

“Supaya calon-calon pemimpin ke depan memiliki awareness, ya kita harus mulai transformasi energi baru terbarukan di tahap ini,” ujar Ace.

Strategi Pertamina menuju energi rendah karbon

Andy menjelaskan, Pertamina menjalankan dual growth strategy melalui pendekatan ambidextrous energy. Strategi itu menempatkan dua agenda secara bersamaan: mempertahankan dan mengembangkan bisnis yang sudah berjalan, terutama yang berkaitan dengan sumber daya minyak dan gas, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis energi rendah karbon.

Untuk mendukung agenda energi baru dan terbarukan, Pertamina telah mendirikan Pertamina New and Renewable Energy. Pengembangan lini bisnis tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap kompetensi baru, termasuk keahlian di bidang perdagangan karbon atau carbon trading.

Andy berharap Lemhannas RI dapat mengkaji lebih jauh kebutuhan dan perkembangan kompetensi dalam perdagangan karbon. Pembahasan itu menjadi bagian dari isu yang mengemuka dalam transformasi energi dan pengembangan bisnis rendah karbon di Pertamina.

Penguatan SDM dan kerja sama kelembagaan

Selain topik energi, audiensi membahas penguatan sumber daya manusia bagi jajaran Board of Directors atau BOD Pertamina. Salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat adalah pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Ace menyambut baik rencana tersebut. Ia menekankan bahwa BUMN memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mengejar keuntungan karena juga menjalankan tugas negara.

“Karena kan kita mengingatkan secara terus-menerus pentingnya bahwa BUMN itu juga adalah pejuang, bukan semata-mata cari untung gitu ya, pejuang dengan menjaga keseimbangan antara bisnis dengan tugas negara,” tegas Ace.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas keberlanjutan kerja sama yang telah berjalan. Perjanjian kerja sama yang ada masih berlaku hingga 2028. Lemhannas RI dan Pertamina selanjutnya membicarakan penguatan kerja sama pada tingkat holding melalui nota kesepahaman atau MoU.

Penguatan itu diharapkan dapat memberikan payung hukum yang lebih kokoh bagi kerja sama teknis yang telah berlangsung. Dari Pertamina, audiensi turut dihadiri SVP Pertamina Corporate University (PCU) Robby Rafid, VP Learning Management Pertamina Corporate University Rosalia Ambar Yuniarti, LSPG Manager Vinni Indrawati, President Director PT Pertamina Training & Consulting Muhammad Shabran Fauzani, serta Operation & Marketing Director PT Pertamina Consulting Yudi Somantri.

Source link

Harus Dibaca