![]()
Liputan6.com, Jakarta – Jaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kesehatan organ tubuh lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa makanan sehari-hari bisa berdampak buruk pada kinerja otak?
Bahkan, kebiasaan makan tertentu dapat secara perlahan merusak kesehatan otak dan meningkatkan risiko gangguan kognitif hingga penyakit serius seperti Alzheimer dan demensia.
Konsultan ilmu saraf dan penasihat penelitian di Mind Lab Pro, Dr Ramon Velazquez menyatakan, “Apa yang Anda makan tidak hanya memengaruhi lingkar pinggang saja, tetapi juga membentuk masa depan otak Anda.”
Penelitian menunjukkan 42% orang Amerika mengalami demensia setelah usia 55 tahun, dan pola makan buruk dapat mempercepat proses ini.
Untuk itu, penting mengenali makanan yang perlu dihindari demi menjaga kesehatan otak. Berikut lima jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai, berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya.
Makanan Ultra-Olahan (UPF)
Makanan ultra-olahan (UPF) seperti makanan kemasan praktis mengandung gula, garam, pengawet, bahan buatan, dan lemak tidak sehat tinggi. Hal ini memicu peradangan di seluruh tubuh, termasuk otak.
“Penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah tertinggi memiliki tingkat penurunan kognitif global 28% lebih cepat,” jelas Velazquez. Makanan ini merusak hubungan antar sel-sel otak.
Sebuah studi tahun 2022 dalam Neurology menemukan peningkatan 10% asupan makanan olahan meningkatkan risiko demensia sebesar 25%. Ganti UPF dengan makanan segar dan minimal olahan untuk kesehatan otak yang lebih baik.


