:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451487/original/073409300_1766303100-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)
Keempat, dengan kenyataan bahwa bencana menurunkan daya tahan tubuh, maka bukan tidak mungkin membuat kuman TB yang ‘dorman’ menjadi bangkit dan menimbulkan penyakit tuberkulosis dengan berbagai gejala dan dampaknya.
Kelima, sebagaimana juga dengan program kesehatan lain, maka kegiatan pengendalian tuberkulosis memerlukan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem kerja yang baik. Amat diperlukan ketahanan/resiliensi kesehatan yang kuat setidaknya sampai beberapa bulan ke depan.
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University, Australia
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit, serta
Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI, dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025


