Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru di Jakarta tidak akan diselenggarakan dengan penuh kemeriahan mengingat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Jakarta sebagai ibu kota negara diharapkan memberikan contoh kesederhanaan dan empati dalam perayaan Malam Tahun Baru. Karena itu, keputusan diambil untuk tidak menyelenggarakan pertunjukkan kembang api dan menggantinya dengan pertunjukan drone. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan menyiapkan tempat khusus bagi masyarakat yang ingin merenung, berdoa, dan merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih reflektif. Meskipun demikian, Pramono menegaskan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan untuk mengekspresikan rasa syukur dengan cara yang sederhana tanpa harus terikat pada keseremonialan.


