Minyak Venezuela, dengan komposisi heavy sour crude yang tinggi kandungan sulfur, memerlukan teknologi khusus untuk proses pengolahan. Perusahaan minyak internasional memiliki keahlian ini namun sulit beroperasi di Venezuela selama beberapa tahun terakhir. Sebaliknya, Amerika Serikat sebagai produsen minyak terbesar dunia, cenderung menghasilkan light sweet crude yang ideal untuk bensin namun kurang cocok untuk produk industri berat. Minyak berat seperti yang dihasilkan Venezuela sangat diperlukan untuk produksi diesel, aspal, dan bahan bakar industri berat, terutama karena pasokan diesel global saat ini terbatas akibat sanksi terhadap minyak Venezuela.
Menurut Flynn, sebagian besar kilang minyak di AS telah dirancang untuk mengolah minyak berat Venezuela dan bekerja lebih efisien dengan menggunakan minyak tersebut daripada minyak domestik AS. Hal ini memiliki potensi untuk menjadi pengubah permainan dalam pasar minyak global jika semua berjalan lancar, terutama dengan adanya izin bagi perusahaan AS untuk kembali terlibat dalam industri minyak Venezuela.
Presiden Trump mengkritik bisnis minyak Venezuela sebagai “kegagalan total” karena produksi mereka yang menurun drastis. Trump berencana untuk melibatkan perusahaan minyak Amerika Serikat yang besar dalam memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang rusak parah dan menghasilkan keuntungan bagi negara tersebut. Keputusan untuk membuka kembali akses perusahaan AS ke Venezuela dapat menjadi langkah signifikan dalam memperbaiki pasar minyak secara global.


